Taman Nasional Tesso Nilo

Suasana Camp Elephant Flying Squad, Taman Nasional Tesso Nilo, tampak berbeda pada akhir pekan 24–25 Januari 2026. Riuh tawa anak-anak taman kanak-kanak memenuhi kawasan konservasi itu, menandai berlangsungnya kegiatan edukasi satwa bagi generasi muda yang digelar berturut-turut oleh tim SPTN Wilayah I.

Pada Sabtu (24/1), giliran siswa TK Aisyiyah Bustanul Athfal belajar mengenal gajah dari dekat. Kegiatan diawali di kandang edukasi, saat petugas memperkenalkan kehidupan gajah—mulai dari kebiasaan makan, perilaku, hingga perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Penyampaian materi dibuat sederhana dan interaktif agar mudah dipahami anak-anak.

Keesokan harinya, Minggu (25/1), kegiatan serupa diikuti siswa Raudhatul Athfal Al Firdaus. Antusiasme terlihat sejak awal, ketika anak-anak mendengarkan penjelasan petugas sebelum diajak berinteraksi langsung dengan gajah.

Pada kedua kegiatan tersebut, peserta mendapat kesempatan memberi pakan kepada gajah dengan pendampingan petugas. Momen ini menjadi pengalaman belajar yang kuat—tidak hanya mengenal satwa liar, tetapi juga memahami pentingnya memperlakukan mereka dengan empati dan tanggung jawab.

Usai sesi interaksi, kegiatan ditutup dengan foto bersama dan aktivitas bebas. Khusus pada kunjungan hari pertama, anak-anak juga mengikuti senam bersama, menambah suasana ceria di tengah lingkungan hutan.

Tim SPTN Wilayah I menyebutkan, edukasi konservasi sejak usia dini menjadi langkah penting membangun kesadaran lingkungan. Anak-anak dikenalkan pada satwa dan habitatnya agar tumbuh rasa peduli serta pemahaman bahwa keberlangsungan alam bergantung pada generasi mendatang.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Taman Nasional Tesso Nilo tidak hanya berfungsi sebagai kawasan perlindungan satwa, tetapi juga ruang belajar terbuka. Dari interaksi sederhana memberi pakan hingga mendengar cerita tentang kehidupan gajah, terselip pesan besar: menjaga satwa berarti menjaga hutan, dan menjaga hutan berarti menjaga masa depan.