Taman Nasional Tesso Nilo

Menjaga Hutan Alam: Patroli Gabungan SPTN Wilayah I LKB Terus Bergerak di Tengah Tantangan Lapangan

TNTN, Oktober 2025 – Di tengah teriknya matahari dan medan yang tak selalu bersahabat, tim patroli gabungan SPTN Wilayah I LKB terus menapaki hutan-hutan tersisa di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Selama lima hari, dari 10 hingga 14 Oktober 2025, para petugas dari berbagai unsur bahu membahu menegakkan perlindungan kawasan, menumbuhkan kesadaran, dan memastikan hutan tetap lestari dari ancaman perambahan.

Patroli dimulai dengan briefing setiap pagi, sebuah rutinitas penting untuk menyamakan langkah dan strategi. Dari kampung RHL pos 3 hingga Kenayang dan Gambangan, tim bergerak dengan sepeda motor trail menembus jalur-jalur sempit dan lahan bekas terbakar. Di setiap pertemuan dengan warga, mereka menggelar komunikasi sosial, mengingatkan agar tidak membuka atau menanam di dalam kawasan hutan.

Di Gambangan, tim menemukan bekas kebakaran dengan tanaman sawit yang perlahan tumbuh kembali. Di lokasi lain, ditemukan jembatan kecil menuju lahan bekas terbakar, jejak aktivitas manusia yang masih perlu diawasi. “Kami langsung lakukan sosialisasi dan memastikan aktivitas itu tidak berlanjut,” ujar salah satu anggota tim.

Patroli berlanjut hingga pos-pos terpencil seperti pos 4 dan pos 6, tempat para petugas berkoordinasi terkait pembangunan pos dan sosialisasi surat edaran gubernur tentang larangan pengelolaan lahan di kawasan konservasi. Tak jarang mereka harus menegur warga yang membakar kayu atau memanen sawit di sekitar kawasan. Semuanya dilakukan dengan pendekatan persuasif dan edukatif.

Pada hari terakhir, di sekitar Sialang Moluk, tim mendapati pemandangan menyejukkan, sekitar 40 sarang lebah bergelantungan di pohon sialang. Sebuah pertanda bahwa kehidupan masih bertahan di tengah tekanan.

“Patroli ini bukan sekadar rutinitas, tapi bagian dari menjaga napas terakhir hutan yang tersisa,” ungkap salah satu petugas.

Ke depan, patroli akan terus dilakukan bersama Satgas, termasuk rencana pemusnahan sawit kecil di pos 3 dan pos 4. Sebab bagi para penjaga hutan ini, setiap langkah di tanah berlumpur dan setiap sosialisasi di dusun terpencil adalah bentuk nyata cinta pada alam Tesso Nilo.