Taman Nasional Tesso Nilo

Menyusuri Tapal Batas, Menjaga Nafas Hutan Tesso Nilo

TNTN, Oktober 2025 – Empat hari lamanya, 15 hingga 18 Oktober 2025, tim patroli darat SPTN Wilayah I LKB menelusuri jalur-jalur sunyi di dalam kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Lima petugas , Junjung Daulay, Pikri Pohan, Bagus Prayudi, Sari Tua Marbun, dan T. Asril berangkat dengan tekad yang sama: memastikan hutan tetap aman dari ancaman dan aktivitas ilegal.

Perjalanan dimulai dari Pos 3 Kampung RHL menuju Sungai Tapa, Desa Air Hitam. Di bawah langit pagi yang mulai hangat, tim berkoordinasi dengan Danpos setempat dan berdialog dengan warga sekitar. Salah satu yang mereka temui adalah Bolang, pemilik kebun sawit seluas empat hektare, gambaran nyata betapa dekatnya aktivitas manusia dengan batas kawasan konservasi. Semua hasil pengamatan, mulai dari pondok hingga kebun sawit, dicatat melalui aplikasi SMART Patrol untuk memastikan setiap data terekam dan terpantau.

Hari berikutnya, langkah mereka berlanjut ke Kenayang, Sialang Moluk, dan Simpang Sinta. Di antara sisa hutan yang masih berdiri, tim memeriksa camera trap milik tim inventarisasi satwa. Hasilnya, semua perangkat dalam kondisi baik,  menandakan jejak kehidupan liar masih terus terekam di balik rimbunnya pepohonan.

Patroli ditutup dengan koordinasi dan komsos di Pos 4 Gambangan. Bagi mereka, berbicara dengan masyarakat sama pentingnya dengan menyusuri hutan, karena menjaga kawasan tak hanya soal patroli, tapi juga membangun kesadaran bersama.

Empat hari di lapangan mungkin terdengar singkat. Namun bagi para penjaga hutan ini, setiap kilometer yang mereka lalui adalah wujud tanggung jawab, kerja senyap yang menjadi benteng terakhir bagi napas hijau Tesso Nilo.