Taman Nasional Tesso Nilo

Menjaga Rimba di Bawah Tekanan: Jejak Sunyi Petugas Menata Blok Pemulihan Tesso Nilo

TNTN, Februari 2026 – Tim gabungan menembus areal Blok 2 dan Blok 4 kawasan Pemulihan Ekosistem seluas 511 hektare di Resort Air Hitam, SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga. Di balik kerja teknis penataan batas, tersimpan cerita tentang ketekunan petugas yang menjaga rimba di tengah tekanan aktivitas ilegal dan ekspansi sawit.

Tim yang terdiri dari petugas lapangan, kontraktor pelaksana CV. BKL, serta dukungan TNI dari Pos 3 Kampung RHL dan Pos 4 Gambangan, bergerak menggunakan tujuh sepeda motor, peta kerja, parang, cat pilox, dan pita penanda. Mereka lebih dulu melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Air Hitam dan aparat setempat sebelum masuk ke area penanaman.

Di lapangan, pekerjaan tak sekadar menandai batas blok. Titik-titik koordinat dipasang, garis luar blok ditata, dan area penanaman dipastikan. Namun realitas yang dihadapi jauh dari ideal. Di Blok 4, tim masih menemukan sawit baru tanam hingga berumur 1–3 tahun, pondok-pondok di dalam kawasan, serta jejak aktivitas pembalakan liar. Tutupan lahan didominasi sawit, semak belukar, dan tumbangan lama.

Kondisi serupa juga terlihat di Blok 2. Tiga hamparan lahan berisi sawit muda, pondok, dan sisa tebangan menjadi bukti bahwa kawasan konservasi masih terus terdesak. Di tengah situasi itu, petugas tetap menjalankan pendekatan persuasif memberikan peringatan kepada masyarakat yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Tesso Nilo.

Perjuangan mereka tak berhenti pada penataan. Di Blok 4, tim mengamankan satu unit chainsaw besar serta menemukan kayu olahan yang diduga hasil aktivitas illegal logging. Temuan ini menegaskan bahwa upaya pemulihan ekosistem berjalan beriringan dengan tantangan penegakan hukum di lapangan.

Kerja yang tampak sederhana, menyemprot cat penanda, mencatat koordinat, menyusuri semak, sejatinya adalah fondasi pemulihan hutan. Di sinilah garis masa depan kawasan ditentukan: apakah kembali menjadi habitat satwa, atau terus tergerus aktivitas manusia.

Tim patroli merekomendasikan operasi pemusnahan sawit dan pondok di Blok 2 dan Blok 4 sebagai langkah tegas pemulihan. Sementara area semak dan tumbangan lama yang belum ditanami sawit disarankan dibiarkan mengalami suksesi alami agar ekosistem pulih dengan sendirinya.

Di tengah panas, medan berat, dan ancaman aktivitas ilegal, para petugas tetap bekerja senyap. Tanpa sorotan, mereka memastikan batas-batas hutan tetap ada, bukan sekadar garis di peta, tetapi ruang hidup bagi alam yang sedang diperjuangkan untuk pulih.