
TNTN, Mei 2026 – Matahari baru saja mengintip di cakrawala Camp Elephant Flying Squad saat tim medik veteriner mulai menata tabung-tabung vakum dan alat sentrifugasi. Di hadapan mereka, tujuh raksasa lembut Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) telah menanti. Bukan untuk berpatroli, melainkan untuk menjalani prosedur medis yang menentukan kelangsungan hidup populasi mereka.
Sejak Selasa hingga Kamis (30/4), suasana di kamp terasa lebih tegang sekaligus intim. Para petugas tidak hanya berhadapan dengan risiko fisik saat mendekati satwa besar, tetapi juga berpacu dengan waktu untuk menjaga stabilitas sampel darah yang mereka ambil di tengah cuaca hutan yang tak menentu.
Ketelitian di Balik Daun Telinga
Proses pengambilan sampel melalui vena auricularis atau pembuluh darah telinga membutuhkan ketenangan luar biasa. Seorang mahout harus membisikkan instruksi penenang, sementara medik veteriner dengan tangan yang stabil menusukkan jarum untuk mengambil volume darah yang dibutuhkan.
Keberhasilan mengumpulkan sampel dari tujuh ekor gajah ini bukan sekadar angka di atas kertas laporan. Ini adalah hasil dari perpaduan antara keahlian medis dan ikatan batin yang telah terpupuk bertahun-tahun antara perawat dan satwanya. Setiap sampel diproses dengan teliti, mulai dari pewarnaan preparat untuk melihat morfologi sel hingga proses pemisahan serum yang krusial.

Perjuangan untuk Ria
Di sudut lain kamp, perhatian khusus tertuju pada Ria. Gajah ini sedang dalam masa pemulihan akibat abses yang cukup mengkhawatirkan. Perjuangan petugas untuk Ria berlangsung dua kali sehari, pagi dan sore.
Pagi hari diisi dengan pembersihan luka dan pemberian antibiotik injeksi, sebuah proses yang menguras tenaga karena harus dilakukan secara aseptik di area terbuka. Sore harinya, saat tim lain mungkin sudah beristirahat, tim medis Ria masih harus melakukan terapi kompres air hangat untuk melancarkan sirkulasi dan menurunkan bengkak pada tubuh sang gajah.
“Melihat Ria kembali mau makan dan tidak lagi meringis saat lukanya disentuh adalah bayaran yang setimpal bagi kami,” ungkap salah satu tim perawat satwa.
Mengawal Integritas Sampel
Komitmen tim teruji hingga detik terakhir. Seluruh sampel yang telah didapat segera disimpan dalam ice box untuk menjaga integritas biologisnya sebelum dikirim ke Yayasan Arsari pada Kamis pagi.
Perjuangan menjaga kesehatan gajah adalah misi tanpa akhir. Dedikasi tim petugas mereka tetap menjadi benteng terakhir bagi kelestarian gajah binaan di bumi Lancang Kuning.
