Taman Nasional Tesso Nilo

Menjaga Tesso Nilo Lewat Genggaman: Kala Aplikasi Digital Menjadi “Senjata” Baru di Hutan Kembar

TNTN, Juni 2026 — Riuh rendah suara serangga hutan bersahutan dengan deru napas para petugas di Flying Squad, SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB). Selasa pagi (23/6), suasananya agak berbeda. Tak ada patroli fisik menerobos semak belukar Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Hari itu, perjuangan menjaga paru-paru Sumatra bermutasi ke layar digital.

Di bawah keteduhan aula pertemuan elephants flying squad TNTN, lima punggawa tim sosialisasi, Fauzan Kahfi, Dendy S., Suci R., Dwi Shinta, dan Roni Eka sedang melingkar bersama 30 personel TNI. Di sana hadir Komandan SSK Satgas PKH, para Komandan Pos, hingga perwakilan anggota lapangan.

Bukan senapan yang mereka bedah, melainkan sebuah aplikasi bernama SMART Patrol.

Bagi para petugas lapangan, menjaga kawasan hutan negara dari ancaman Tindak Pidana Kehutanan (Tipihut) adalah pertaruhan fisik yang melelahkan. Luasnya medan kerap membuat pencatatan data observasi, dokumentasi konflik, hingga perekaman jalur (tracking) menjadi kendala klasik. Melalui aplikasi SMART Mobile, tim mencoba memangkas birokrasi data tersebut agar setiap jengkal pergerakan perambah hutan bisa langsung terpetakan secara presisi.

“Ini bukan cuma soal teknologi, tapi bagaimana menyatukan persepsi di lapangan,” ujar tim sosialisasi saat memaparkan materi.

Setelah teori rampung, para prajurit langsung menjajal aplikasi tersebut. Jari-jari yang biasa memegang laras panjang kini dengan teliti menyusuri menu digital, menyimulasikan bagaimana cara melaporkan temuan secara real time. Sinergi ini krusios, mengingat penertiban kawasan di TNTN butuh napas panjang dan dukungan multi pihak demi keberlanjutan konservasi.