Taman Nasional Tesso Nilo

Kabut, Jejak, dan Ancaman: Catatan Patroli Enam Hari di Tesso Nilo

TNTN, Maret 2026 – Kabut pagi masih menggantung tipis ketika tim patroli SPTN Wilayah II Gunung Melintang mulai menembus jalur-jalur sunyi di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Selama 19–24 Maret 2026, lima personel ini bergerak dari satu grid ke grid lain, membawa bukan hanya perlengkapan lapangan, tetapi juga tanggung jawab menjaga sisa-sisa hutan yang terus tertekan.

Sejak meninggalkan titik awal di kantor SPTN, perjalanan sudah diwarnai medan berat dan akses yang terbatas. Jalur patroli yang panjang memperlihatkan bagaimana kawasan ini terus berubah, antara pemulihan alami dan tekanan aktivitas manusia.

Di Resort Nilo, tim menemukan sejumlah titik kebun sawit masyarakat yang diracun untuk pembukaan lahan. Kondisi ini menciptakan area terbuka yang rawan terbakar, terutama di tengah cuaca panas yang mudah mempercepat risiko kebakaran.

Di titik lain, tepatnya kawasan reforestasi J Sianipar, upaya pemulihan hutan tampak masih berjalan namun belum stabil. Dari sekitar 2.000 bibit yang ditanam, sebagian tumbuh, sebagian lainnya mati akibat cuaca ekstrem. Spanduk kegiatan pun mulai lapuk, ada yang masih berdiri, ada yang roboh, dan ada yang hanya menyisakan rangka.

Patroli kemudian berlanjut ke area tumbangan serta blok-blok yang kini mulai kembali tertutup vegetasi alami. Suksesi ini menjadi tanda alam sedang memulihkan diri, meski di saat yang sama menyulitkan akses pengawasan petugas di lapangan.

Di sekitar BSH, tim menjumpai aktivitas pemanenan berondolan sawit di sebuah pondok warga. Sementara di jalur Sungai Perbekalan, kembali ditemukan indikasi pembukaan akses dengan meracun vegetasi di kiri kanan jalan, praktik yang meningkatkan potensi kebakaran di kawasan tersebut.

Di balik seluruh temuan itu, hutan masih menyimpan tanda kehidupan liar. Jejak tapir dan beruang terlihat di jalur konsesi, diduga melintas sekitar satu minggu sebelumnya, menegaskan bahwa kawasan ini masih menjadi habitat penting satwa kunci.

Dari hasil patroli, tim merekomendasikan penguatan pengawasan di grid K19 dan sekitar Sungai Perbekalan, serta pemasangan ulang plang batas kawasan yang mulai hilang atau memudar.

Di Tesso Nilo, patroli bukan sekadar perjalanan tugas. Ia adalah upaya terus-menerus menjaga batas tipis antara hutan yang bertahan dan tekanan yang tak pernah berhenti datang.