Taman Nasional Tesso Nilo

Menembus Batas Hijau: Cerita Petugas TNTN Mengawal Pos 12 di Palabi Jaya

TNTN, Juni 2026  — Terik matahari di pertengahan Juni sama sekali tidak menyurutkan langkah empat personil Tim Patroli Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Berbekal peta kerja, gawai pintar berbasis aplikasi Smart Patrol, dan komitmen yang teguh, Ahmad Gunawan, Widi Ihsan, Fauzan Ikmali Wantriono, dan Wahyu Budi bergerak menyusuri wilayah SPTN Wilayah II Gunung Melintang.

Misi mereka pekan ini (10–11 Juni 2026) tidak mudah: mengawal serta meretas jalan damai untuk pembangunan Pos Pengamanan 12 di Palabi Jaya, Desa Pangkalan Gondai. Sebuah pos yang bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol hadirnya negara di garis depan konservasi.

Perjuangan menjaga hutan lindung sering kali bukan tentang menghadapi medan yang berat, melainkan bagaimana menyentuh hati masyarakat di sekitarnya. Hal inilah yang dilakukan tim pada Rabu (10/6). Duduk bersama perangkat desa dan Komandan SSK Satgas PKH, para petugas ini mengedepankan dialog humanis.

Diplomasi hijau itu berbuah manis. Rencana pembangunan Pos 12 mendapat lampu hijau dan dukungan penuh dari otoritas desa, meski posisinya harus digeser sekitar 60 meter dari rencana awal demi kenyamanan bersama di batas kawasan.

“Kami tidak hanya menjaga pohon, kami juga menjaga ruang hidup manusia di sekitarnya,” bisik komitmen yang tersirat dari langkah tim saat menjembatani asa warga. Kepala Desa Pangkalan Gondai bahkan mengusulkan agar warga Palabi Jaya yang direlokasi tetap berada di wilayah desa melalui pemanfaatan lahan non-prosedural di luar kawasan TNTN.

Tak hanya itu, kehadiran para petugas dan personil TNI di Pos 12 nantinya juga memikul harapan besar warga untuk menyapu bersih penyakit masyarakat, mulai dari pencurian hingga peredaran narkoba.

Keesokan harinya, Kamis (11/6), perjuangan berlanjut ke lapangan. Di bawah kepungan udara lembap khas hutan Sumatra, tim melakukan survei titik koordinat baru bersama perangkat desa dan Danpos 12. Berdasarkan pencermatan yang matang, lokasi baru ini dinilai sangat strategis, berdiri kokoh di pinggir jalan utama masuk kawasan TNTN, siap menjadi benteng pertahanan dari pembalakan liar.

Perangkat desa pun menaruh harapan besar agar Balai TNTN segera mendirikan tiang-tiang Pos 12, dan mereka berjanji akan ikut mengawal pembangunannya.

Tugas dua hari di Pangkalan Gondai memang telah rampung secara administratif. Namun, keringat Ahmad Gunawan dan rekan-rekannya belum mengering. Tanpa jeda, Tim Patroli ini langsung bersiap mengemas kembali logistik mereka. Tiga hari ke depan, medan baru telah menanti: mengondisikan rencana pembangunan Pos 9 dan Pos 13.

Bagi para penjaga rimba ini, jeda adalah kemewahan, dan kelestarian Tesso Nilo adalah mutlak yang harus diperjuangkan.