Taman Nasional Tesso Nilo

Mengembalikan Senyum Tesso Nilo, Satu Demi Satu Langkah

TNTN, Juli 2026 – Terik matahari Senin (13/10) itu terasa membakar kulit, namun tak menyurutkan langkah 34 petugas gabungan dari Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera dan Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Hari itu, mereka kembali masuk ke kawasan Resor Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) II Air Hitam. Misinya satu: memulihkan napas hutan yang kian sesak oleh kepungan sawit ilegal.

Operasi pemulihan ekosistem ini bukanlah perkara mudah. Di lapangan, para petugas harus berhadapan dengan medan yang berat dan kendala teknis yang menguji kesabaran. Hari itu, dua alat berat yang diandalkan tak bisa berbuat banyak, ekskavator Hitachi Zaxis mengalami kerusakan mesin.

Namun, menyerah bukan pilihan bagi para penjaga hutan ini. Mengandalkan 9 unit sepeda motor dan satu unit mobil operasional, mereka tetap bergerak menyisir petak demi petak lahan.

Ketegasan yang dibalut pendekatan persuasif akhirnya membuahkan hasil. Bersama Tim Operasi, dua pemilik lahan, Supardi dan Jatmiko, akhirnya luluh dan sepakat untuk memusnahkan sendiri tanaman sawit mereka yang telanjur ditanam di dalam kawasan konservasi.

Dengan menyemprotkan cairan Garlon, sebanyak 4 hektare sawit ilegal di Petak 10 dan Petak 23 berhasil dimusnahkan hari itu. Angka 4 hektare mungkin terasa kecil dibanding luasnya kerusakan hutan yang ada, namun bagi para petugas, setiap jengkal sawit yang roboh adalah kemenangan kecil untuk masa depan keanekaragaman hayati Tesso Nilo.

Bagi ke-34 personel di lapangan, peluh yang bercucuran hari itu adalah bukti otentik dari sebuah perjuangan panjang: merebut kembali hak alam dari keserakahan, demi pulihnya paru-paru Sumatra.