Taman Nasional Tesso Nilo

Menjemput Asa di Belantara Kenayang: Perjuangan Petugas Melacak Gajah Liar yang Terluka

TNTN, Mei 2026 –  Deru mesin sepeda motor memecah keheningan kawasan Kenayang, Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Sabtu (9/5) siang. Jarum jam menunjukkan pukul 13.00 WIB saat tim gabungan yang terdiri dari mahout gajah TNTN : T. Asril, Zuhri, bersama personel PT RAPP dan Yayasan TNTN bersiap memacu kendaraan mereka.

Misi hari itu tak mudah: melacak keberadaan seekor gajah liar yang dilaporkan warga sedang dalam kondisi sakit.

Bersenjatakan parang untuk membuka jalan di tengah rapatnya vegetasi, sebuah telepon genggam untuk koordinasi, dan sepeda motor yang dipaksa melewati medan terjal, tim bergerak membelah buffer zone (zona penyangga). Kabar dari masyarakat menyebutkan bahwa sang raksasa pincang belakangan terlihat merana di sekitar Kenayang.

Bagi para petugas ini, setiap menit sangat berharga. Menemukan gajah yang sakit di hutan seluas Tesso Nilo ibarat mencari jarum dalam jerami, namun membiarkannya tanpa pertolongan medis bukanlah sebuah pilihan.

Penyisiran dimulai dari titik terakhir gajah tersebut terlihat. Petugas turun dari kendaraan, jeli melihat setiap ranting yang patah, bekas kotoran, hingga jejak kaki di tanah berlumpur. Matahari kian menyengat, namun pencarian terus mengarah jauh ke dalam hutan.

Sayangnya, alam kali ini belum berpihak. Hingga matahari mulai condong ke barat dan menyisakan temaram sore, tanda-tanda keberadaan mamalia besar itu tak kunjung ditemukan. Jejaknya seolah hilang ditelan rimbunnya belantara Kenayang.

“Sampai menjelang sore, tim belum berhasil menemukan gajah yang dimaksud,” tulis petugas dalam laporan resminya.

Mengingat faktor keselamatan dan terbatasnya jarak pandang di dalam hutan saat malam tiba, tim akhirnya memutuskan untuk menarik diri dan kembali ke Camp Flying Squad (FS). Langkah kaki mereka mungkin gontai karena lelah, namun semangatnya belum padam. Mereka kini bersiaga, menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan untuk rencana taktis berikutnya.

Sebelum meninggalkan lokasi, tim sempat menitipkan pesan mendalam kepada warga setempat. Mereka meminta masyarakat untuk segera melapor jika berpapasan dengan gajah tersebut, demi keselamatan warga sekaligus agar satwa dilindungi itu bisa segera mendapatkan tindakan medis.

Perjalanan hari itu mungkin berakhir tanpa hasil, namun dedikasi Asril, Zuhri, dan tim gabungan di Kenayang menjadi bukti nyata: di balik sunyinya Tesso Nilo, ada para penjaga yang selalu siap bertaruh peluh demi kelestarian sisa-sisa kejayaan gajah Sumatra.