Taman Nasional Tesso Nilo

Patroli Gabungan Tesso Nilo: Menyusuri Hutan, Menegakkan Harapan

TNTN, September 2025 – Lima hari penuh, sejak 21 hingga 25 September 2025, tim patroli gabungan di SPTN Wilayah I LKB Taman Nasional Tesso Nilo menempuh medan yang tak mudah. Mereka terdiri dari belasan personel lintas unit, lengkap dengan motor trail, peta kerja, hingga parang.

Di hari pertama, tim dibagi menjadi tiga kelompok. Ada yang bertugas mendampingi kunjungan Danrem ke pos Kotis, ada pula yang bergerak jauh menyusuri pos 6, 7, hingga pos 8. Data smart patrol dikumpulkan, jejak lapangan diamati. Hutan seakan bicara lewat tanda-tanda kecil yang mereka temukan.

Perjalanan berlanjut, tim mendapati lahan yang sempat diduga sebagai bukaan baru, ternyata sudah mulai pulih. Tumbangan lama tahun 2023 kini berubah menjadi suksesi alami. Namun tak jarang juga mereka menemukan tanda perlawanan: pondok liar, kebun jeruk, hingga sawit muda.

Salah satu momen berharga terjadi ketika tim menjumpai pohon kempas raksasa di Sialang Muluk. Pada batangnya, sekitar 30 sarang lebah bergelantungan, simbol kehidupan yang masih bertahan di tengah ancaman.

Tak hanya patroli, tim juga harus mengawal alat berat yang bekerja menyiapkan areal penanaman dan lokasi tenda untuk menyambut kunjungan pejabat serta mahasiswa. Beban di pundak mereka bukan sekadar menjaga hutan, tapi juga memastikan wajah Tesso Nilo tetap tegak sebagai kawasan konservasi.

Puncaknya, pada Kamis, tim menemukan pondok yang sebelumnya tegak di dalam kawasan sudah dibongkar pemiliknya. Sawit yang tersisa dieksekusi dengan Garlon, memastikan hutan kembali punya ruang untuk tumbuh. “Cara ini cepat, praktis, dan efektif,” terang petugas.

Patroli kali ini meninggalkan catatan penting: sebagian blok masih dikuasai sawit muda dan pondok liar, sementara blok lain sudah mulai kembali ke pelukan alam. Pekerjaan belum selesai, tapi satu hal jelas, di balik keringat dan debu jalan setapak, ada tekad yang terus hidup: menjaga Tesso Nilo tetap hijau untuk generasi mendatang.