Taman Nasional Tesso Nilo

Secangkir Kopi di Dolik: Ikhtiar Petugas Gunung Melintang Merajut Damai demi Rimba

TNTN, Juni 2026 — Bagi tim Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Gunung Melintang, menjaga kelestarian hutan tidak selalu lewat patroli sunyi di bawah rimbunnya belantara. Hari ini, perjuangan itu mengambil bentuk yang berbeda: duduk bersama, menyamakan langkah, dan merajut kembali kedekatan dengan masyarakat di kawasan Dolik.

Dalam suasana yang hangat namun sarat misi penting, para petugas menemui seluruh perangkat Dusun Kuala Renangan. Pertemuan ini terasa kian bernilai karena dihadiri langsung oleh Kepala Desa LKB. Bagi petugas, mengetuk pintu hati para pemimpin desa adalah langkah awal yang paling krusial.

“Hutan ini milik kita bersama, dan menjaganya butuh kerja besar yang tidak bisa kami lakukan sendirian,” urai salah satu petugas di sela-sela diskusi.

Agenda utama yang dibawa petugas adalah rencana pembangunan Pos 9. Bagi tim di lapangan, pos ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan rumah singgah sekaligus simbol pelukan negara untuk menjaga kawasan. Petugas berharap, dengan pendekatan yang persuasif, pembangunan pos ini sudah bisa berjalan paling lambat pada minggu awal Juli tanpa ada gesekan dengan warga.

Tentu, tugas para penjaga rimba ini penuh tantangan. Mereka sering kali berada di posisi dilematis saat berhadapan dengan dinamika sosial warga yang masih beraktivitas di dalam hutan. Lewat pertemuan yang guyub ini, petugas dengan hati terbuka mengajak perangkat desa untuk bersama-sama merangkul dan mengarahkan warga agar tidak lagi membuka lahan, menanam sawit, menebang pohon secara liar, ataupun berburu.

Bahkan, petugas juga memohon kesediaan Kepala Desa LKB untuk menerbitkan imbauan tertulis yang ramah namun jelas, agar pesan pelestarian ini bisa sampai ke dapur-dapur setiap rumah warga.

Bagi para petugas SPTN II, harapan terbesar mereka adalah melihat ekosistem Gunung Melintang kembali pulih. Mereka menyadari, penegakan hukum adalah jalan terakhir, namun dukungan moral dari perangkat desa untuk memulihkan alam adalah energi utama mereka untuk terus melangkah.

Di akhir pertemuan, ada satu kesepakatan manis yang lahir, komitmen untuk saling menguatkan komunikasi. Petugas menyadari bahwa di era sekarang, kabar burung dan provokasi dari pihak luar sangat mudah memecah belah keharmonisan yang sudah ada. Dengan membuka jalur komunikasi yang jujur dan transparan, petugas dan warga sepakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

Rapat di Dolik sore itu ditutup dengan jabat tangan erat dan senyum optimis. Di awal Juli nanti, saat Pos 9 mulai dibangun, para petugas tahu mereka tidak lagi berjalan sendirian. Ada doa dan komitmen warga Dusun Kuala Renangan yang ikut menemani langkah mereka menjaga nafas hijau Gunung Melintang.