Taman Nasional Tesso Nilo

Tapak Tegas di Tanah Rawan: Patroli Bersama Menepis Ancaman di Tesso Nilo

TNTN, Oktober 2025 – Tak ada yang lebih sunyi dari langkah petugas menyusuri jalur rimbun yang perlahan kembali menutup diri. Di Taman Nasional Tesso Nilo, sunyi bukan tanda aman, sering kali justru sebaliknya. Karena itu, mulai 22 hingga 26 Oktober 2025, tim patroli gabungan BTN Tesso Nilo dan masyarakat Lubuk Kembang Bunga kembali menelusuri kawasan yang kerap jadi incaran perambahan.

Patroli dimulai dengan mempersiapkan pengamanan jelang kunjungan Menteri Lingkungan Hidup. Jalur menuju Simpang Shinta dicek menyeluruh. Jejak tumbangan 2021–2023 kini tertutup semak dan pohon pionir, alam mulai menyembuhkan diri dari luka ilegal yang pernah ditorehkan manusia.

Perjalanan berlanjut ke arah Lubuk Balai. Resam merimbun setinggi dada menutupi jalur. “Ini pertanda baik,” ujar salah satu warga yang ikut serta. Selama berbulan-bulan tidak ada aktivitas mencurigakan. Di tengah lelah, tim menemukan kabau, jengkol hutan bernilai ekonomis, sebutir pengingat bahwa hutan masih memberi pada yang menjaga.

Namun, harapan itu kembali diuji. Laporan masyarakat tentang klaim sepihak di Jalur 9 membuat tim bergerak cepat. Seorang pria yang mengaku memiliki sertifikat tanah mengatasnamakan kelompok tani mencoba menanam sawit di dalam kawasan konservasi. Tak mampu menunjukkan bukti, ia mendapat peringatan tegas untuk mundur dan memusnahkan jerat yang ia pasang.

Usai penindakan, tim menyempatkan diri menginspeksi Pos 4 Gambangan yang sempat terdampak aksi protes. Spanduk dicabik, pasir ditumpah ke jalan, batu-bata hilang, sisanya adalah tekad petugas untuk tetap melanjutkan tugas meski fasilitas mereka dirusak.

Hari terakhir, tim membereskan motor yang penuh lumpur, merapikan laporan, dan menyiapkan langkah berikutnya. Hutan kembali tumbuh. Resam menutup jejak. Dan di antara semuanya ada orang-orang yang terus berdiri, menjaga.