
TNTN, Mei 2026 — Bagi sebagian orang, kawasan hutan mungkin hanya sekadar hamparan hijau di atas peta. Namun bagi para petugas Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang bersiaga di garda terdepan, setiap petak koordinat adalah medan laga sunyi untuk mempertahankan hutan alam TNTN.
Selama tiga hari, sejak Selasa (5/5/2026) hingga Kamis (7/5/2026), tiga personel Resor Air Hitam, SPTN Wilayah I LKB ini kembali menembus lebatnya kawasan hutan. Mengendarai tiga unit sepeda motor roda dua, mereka membawa misi yang tak mudah: memonitor, memulihkan, sekaligus membersihkan kawasan dari sisa-sisa perambahan ilegal.
Langkah nyata perjuangan mereka memuncak pada Rabu (6/5/2026). Setelah mengawali hari dengan peluh yang bercampur debu jalur patroli, tim tiba di areal dimana di tengah kawasan yang seharusnya menjadi rumah bagi flora dan fauna endemik, tim menemukan sekitar dua hektare lahan yang telah disusupi tanaman sawit ilegal berumur di atas satu tahun. Meski kondisinya terlihat tak terawat, keberadaan sawit ini adalah ancaman nyata bagi kelestarian hutan.
“Tanaman sawit tersebut langsung kami musnahkan di tempat. Ini langkah tegas agar lahan tersebut tidak kembali diklaim atau dirawat oleh para perambah,” ujar salah satu anggota tim dalam laporannya.
Bukan perkara mudah menumbangkan tegakan sawit di tengah cuaca hutan yang tak menentu. Mengandalkan parang, cangkul, dan tembilang, para petugas ini mencurahkan tenaga demi memastikan komoditas monokultur itu tidak lagi merusak ekosistem Tesso Nilo.
Perjuangan tim Resor Air Hitam tidak berhenti pada pemusnahan. petugas sampaikan bahwa merusak pembalakan liar harus dibarengi dengan menumbuhkan harapan baru.
Usai membersihkan Grid F23 dari sawit, otot-otot yang lelah dipaksa kembali bergerak. Hari itu juga, para petugas menanam sedikitnya 250 batang bibit pohon mahoni dan pulai di lokasi bekas perambahan tersebut.

Keesokan harinya, Kamis (7/5/2026), patroli berlanjut. Meski tidak ditemukan lagi aktivitas ilegal, tim tetap membungkuk menyatu dengan tanah, menanam bibit-bibit pohon aren sebagai bagian dari upaya suksesi alami hutan.
Meski patroli kali ini berjalan aman hingga tim kembali ke Kantor SPTN Wilayah I LKB, perjuangan menjaga Tesso Nilo masih panjang. Dari balik keheningan hutan Air Hitam, tim patroli menyelipkan rencana lanjutan yang penting bagi masa depan kawasan ini.
petugas tegaskan aksi penanaman pohon akan terus menjadi menu wajib setiap kali patroli digelar di kawasan TNTN.
Bagi para petugas Resor Air Hitam, tiga hari di dalam hutan mungkin telah usai. Namun selama riuh perambahan belum sepenuhnya reda, motor-motor roda dua mereka akan selalu siap kembali menderu, menantang sunyi demi lestarinya Tesso Nilo.